Melayani Sebagai Bentuk Dharma

Melayani Sebagai Bentuk Dharma


See
Beberapa bulan lalu kami siswa siswi SMP Santa Maria diberi tugas untuk belajar melayani sesama, maka dari itu SMP Santa Maria mengadakan program SMW yang bertujuan untuk mengajak siswa siswi SMP Santa Maria melayani sesama dan meneladani teladan Bunda Maria. 

Kami siswa/i kelas 9 dibagi menjadi beberapa kelompok. Kelompok saya beranggotakan sekitar 15 orang, kami memilih untuk pergi ke panti Werda Nazaret. Sebelum kami pergi ke panti Werda, kami berdiskusi terlebih dahulu tentang kegiatan yang akan kami lakukan disana, kami juga berdiskusi mengenai barang-batrang apa yanga akn kami beli untuk dibawa ke panti Werda. Pertama kami berdiskusi tentang kegiatan yang akan dilakiukan di panti werda. Hasil diskusi kami menyatakan kami akan melakukan beberapa kegiatan seperti, bernyanyi bersama, bermain game kembali ke masa lalu, game papan, dan kami makan buah bersama. Kami juga menghitung anggaran untuk berbelanja kebutuhan panti kami pun membeli beberapa kebutuhan seperti biskuit, buiah-buahan, sabun, tisu, obat nyamuk dll. 

Setelah kami menyiapkan semuanya kami tinggal menunggu hari dimana kami akan pergi ke panti. Hari itu pun tiba, kami berkumpul jam 08.00 di depan gereja Odilia. Setelah berkumpul, kami masuk bersama ke panti werda nazaret. Kegiatan pertama yang kami lakukan adalah sambutan oleh MC. MC kali ini adalah Adi dan Vander. Setelah pembukaan kami pun bernyanyi bersama dan berdoa. Setelah berdoa kegiatan dilanjutkan dengan bermain game kembali ke masa lalu. 

Game kembali ke masa lalu mengajak omah-omah untuk mengingat kenangan di masa mudanya. Saat bermain game kembali ke masa lalu ada kejadian yang cukup menarik bagi saya, yaitu saat salah satu omah mengambil kartu dan ternyata kartu itu berisikan pertanyaan yang menanyakan lagu favorit omah. Setelah membaca pertanyaan itu omah pun menjawab pertanyaan tersebut, dan ternyata  lagu kesukaan omah adalah lagu berbahasa mandarn setelah mengetahui lagu favorit omah kami meminta omah untuk menyanyikannya dan ternyata suara omah sangatlah indah. Suasana saat itu sangatlah hangat dan meriah, semua orang menikmati nyanyian omah.

Setelah kami bermain permainan kembali ke masa lalu, kami bertukar cerita dengann omah-omah yang ada di panti. Omah-omah yang ada disana sangat tertarik bercerita dengan kami, kami pun sangat senang mendengar cerita omah. Namun sayangnya saya hanya dapat berbincang sebentar dengan omah-omah karena saya harus menyiapkan buah untuk omah-omah. Di dapur saya menyiapkan buah-buah untuk dimakan omah-oamah. Saya tidak menyiapkan buah sendiri, saya dibantu oleh Bu Maria untuk mengupas dan memotong buah. Buah yang kami sediakan adalah buah naga dan buah pepaya. Kami menyajikannya dengan bentuk yang cukup cantik. Sambil menunggu kami mengupas buah, omah-
omah memakan roti sambil berbagi cerita kepada kami. 

Tak terasa jam makan buah pun tiba, kami pun menyajikan buah yang sudah kami potong pada omah-omah. Setelah membagi buah kami pun makan buah bersama. Ternyata ada beberapa omah-omah yang ada di kamarnya maka dari itu saya dan Leon mengantarkan buah kepada omah-omah yang ada di kamar tentunya kami diantar oleh pengurus panti. Omah-omah sangat senang saat kami membagikan buah, kami juga sempat menyuapi buah kepada omah-omah. Sambil memakan buah kami bermain permainan terakhir, yaitu game papan. Game papan ini dipimpin oleh Boy. 

Game papan mengajak omah-omah untuk menuliskan pesan-pesan untuk generasi muda. Jika ada omah-omah yang sudah tidak dapat menulis, kami membantu omah-omah untuk menulis. Banyak pesan dari omah-omah yang sangat berkesan untuk kami. Paling banyak omah-omah mengingatkan kami untuk selalu belajar dengan baik dan meraih cita-cita kami. Game papan adalah kegiatan terakhir yang kami lakukan, setelah semua kegiatan selesai kami pun menutup acara dan berdoa. Saat berpamitan kepada omah-omah yang ada disana, banyak omah-omah yang menangis, mungkin omah-omah menangis karena kami mengingatkan omah pada anaknya atau dengan cucunya.

Judge
Dari pelayanan yang telah saya lakukan, saya belajar untuk melayani dengan tulus dan rendah hati tanpa mengharapkan imbalan apapun, perasaan saya ketika melayani dengan rendah hati adalah saya merasa sangat senang dan saya merasa damai karena dapat melayani untuk sesama. Saya merasa kegiatan ini semakin menguatkan iman saya dalam melayani dan mengasihi sesama. 

Kutipan dari kitab Veda

Yajur Veda 40.1 – Melayani sebagai bentuk dharma

"Lakukanlah tugas-tugasmu dengan semangat pengabdian; dengan itu engkau akan hidup bahagia dan mencapai kebaikan."

Act 

Dari pelayanan yang telah saya lakukan, saya akan mengubah diri saya agar menjadi lebih berguna bagi sesama, saya akan lebih sering melayani sesama dari hal-hal kecil. Contohnya, jika ada teman saya yang tidak memiliki uang untuk pulang, maka saya akan membantunya untuk membayar ongkos pulangnya. I will be a good person who brings love to others. 

Komentar